Abah Imam Ahmad, yang lahir pada 9 April 1976 di Magetan, juga memegang peranan penting dalam pendirian pondok pesantren ini. Berkat pendidikan dan pengalaman yang luas, beliau dipercaya untuk membimbing mahasiswa penerima program beasiswa teladan dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yang bertujuan menampung dan membimbing mahasiswa penerima beasiswa teladan Qira’atul Kutub.
Program beasiswa ini menjadi inspirasi bagi pendirian Pondok Pesantren Al Muhayyat. Abah Imam Ahmad menyadari bahwa para mahasiswa penerima beasiswa tersebut memiliki potensi besar yang perlu terus diasah, terutama dalam hafalan Alfiyah dan pemahaman ilmu syari’ah. Selain itu, mereka memerlukan bimbingan serta lingkungan yang kondusif untuk mengembangkan potensi mereka secara optimal. Dalam upaya memenuhi amanah ini, beliau mendirikan Pondok Pesantren Al Muhayyat pada 29 Desember 2023. Pesantren ini dirancang bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai wadah untuk memelihara dan mengembangkan potensi santri secara menyeluruh. Dengan menggabungkan metode pendidikan klasik warisan ulama salaf dan pendekatan modern, Pondok Pesantren Al Muhayyat bertujuan mencetak generasi abror yang unggul dan berakhlak mulia.
Ummi Mulis Aminah, yang lahir pada 29 Agustus 1977 di Pasuruan, bersama Gus Mohammad Akhlis Irfan, lahir pada 29 Mei 2000 di Pasuruan, juga berkontribusi dalam mendirikan dan mengelola pondok ini, khususnya dalam mendukung santri yang memiliki hafalan Al-Qur’an. Dengan latar belakang pendidikan di PP. Madrasatul Qur’an Tebuireng, Jombang, selama enam tahun, mereka membawa wawasan dan pengalaman yang penting. Selain itu, kedua putri beliau, Talia Afifah, yang lahir pada 11 Desember 2003 dan merupakan alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Tambak Beras, serta Millah Hamidah Ahmad, yang lahir pada 2 Agustus 2010 dan sedang menimba ilmu di Al Aqobah International School, Jombang, juga turut mendukung berdirinya pesantren ini.
Dengan latar belakang pendidikan yang mendalam dan pengalaman pengelolaan yang luas, Pondok Pesantren Al Muhayyat berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai luhur serta menerapkan metode pendidikan yang efektif. Pesantren ini bertujuan membimbing santri dalam mengembangkan dan mengoptimalkan potensi mereka, khususnya dalam hafalan Alfiyah dan mempelajari kitab kuning, agar mereka dapat berkembang menjadi generasi berkualitas dan berakhlak mulia.
Pondok Pesantren Al Muhayyat didirikan dengan tujuan memberikan layanan pendidikan yang mendalam tentang khazanah klasik, memelihara nilai-nilai budaya lama, sembari mengadopsi inovasi yang relevan untuk mengoptimalkan potensi para penghafal Alfiyah. Pendirian pesantren ini juga merupakan tanggapan terhadap instruksi sang guru, KH. Marzuqi Mustamar, serta kebutuhan untuk memperkuat benteng akhlak karimah di tengah masyarakat Malang dan sekitarnya. Dengan moto “full ngaji, full wiridan, dan full turu“, pesantren ini menekankan pentingnya keseimbangan antara belajar, beribadah, dan beristirahat. Perjalanan pendidikan di Pondok Pesantren Al Muhayyat didasari oleh pengalaman panjang dari pendiri dan pengelolanya, yang telah menempuh pendidikan di berbagai lembaga dan pesantren terkemuka, seperti Mambaul Ma’arif Denanyar dan Sabilur Rosyad Gasek.